Segalanya atau Bukan Segalanya?

Pernahkah terpikir oleh anda, ketika duduk di pagi hari dengan menggenggam secangkir teh manis panas atau sedang mengajak anjing Golden Retriever anda berjalan-jalan sore, apa sebenarnya yang paling berharga dalam hidup anda?

Sebelum menulis artikel ini, saya mencoba memikirkan apa yang berharga dalam hidup. Namun tampaknya ini bukanlah hal yang mudah.. beberapa kata benda, kata kerja, hingga kata sifat muncul melintas dalam benakku.. Keluarga, sahabat, waktu, belajar, kejujuran, semuanya seperti burung-burung yang berputar di atas kepala layaknya film-film kartun dua dimensi zaman batu.

After I contemplated for a while.. TaaDaa! Finally got a perfect answer for myself and for you of course.. In my opinion, setiap saat kita memiliki sesuatu hal berharga yang berbeda-beda, sesuai dengan momen yang bersangkutan.. Pada saat anda hanya ingin bernafas, tentu yang berharga adalah nafas tersebut. Ketika saya pulang ke rumah setelah sekian lama, maka yang paling berharga bagi saya adalah momen bersama keluarga di rumah; ketika saya ujian maka yang paling berharga adalah kesempatan belajar; ketika saya menulis artikel ini, yang berharga adalah ide; dan ketika anda jatuh cinta, tentu saja yang paling berharga adalah kekasih anda, bukan?

Seiring dengan bergantinya waktu, maka berganti pula prioritas.. Maka sesuatu/seseorang yang berharga adalah merupakan segalanya dan juga bukan segalanya. Terdengar tinggi dan aneh.. namun itulah kenyataannya, oleh karena semua momen memiliki prioritas berbeda yang begitu banyak, dan oleh karena setiap momen dalam hidup kita adalah berharga, maka sebenarnya semua yang telah kita temui dalam hidup kita adalah berharga. Kehidupan yang pahit maupun yang manis sama pentingnya dalam hidup ini, karena kita tidak dapat mengatakan ini manis tanpa mengenal yang pahit…

Banyak waktu yang telah saya sia-siakan dalam hidup saya, semoga tulisan ini dapat menjadi lonceng kesadaran dalam diri saya agar senantiasa memanfaatkan waktu dengan baik. Satu yang pasti, waktu tidak mungkin kembali seberapapun kita berharap.. jadi satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan yang terbaik yang kita bisa dalam setiap saat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s