Kisah Seorang Supir Angkot

[Mohon maaf kalau ada kata-kata yang dianggap berlebihan atau kasar.. abis paling ga suka liat orang belet kek gini.. ]

Baru saja saya sampai di rumah ketika menulis blog ini. Saya baru aja dari Vihara dimana ada acara perlombaan bagi anak-anak Buddhis se-Jawa Barat.. Lucu deh melihat mereka berlenggak-lenggok di panggung, ada juga yang lomba kerajinan tangan dan Dharma Telling.

Saya membantu kakak menjaga stand dan berhasil menyelesaikan tiga handout PLO sambil berjualan.. hehehe..

Setelah itu saya menonton sulap dan kemudian pulang karena sadar harus belajar dan kepala saya mulai pusing..

Pulanglah saya naik angkot Kalapa-Ledeng bersama Yustine dan Arifin.. Eh taunya jalan ada yang ditutup, lalu nekadlah si supir angkot itu untuk mengambil jalan pintas yang melawan arah!!! (padahal seorang penumpang sudah memberitahu alternatif jalan lain, tapi dia tetap mau melawan arah!!). Semua mobil dari arah berlawanan memberi klakson, bahkan ada yang berteriak “Satu arah Woi!!!”. “Busyettt dhe tuh supir angkot!”, dalam hati saya bergumam.

SUPIR ANGKOT.. orang ini lebih terkenal dari artis manapun seantero Nusantara ini.. orang yang selalu kontroversial apabila kita kaji lebih lanjut.. Saya teringat dulu ketika saya naik angkot di Bogor, supir dari angkot yang saya naiki hendak mengisi bensin, dan uang di tanggannya hanyalah beberapa lembar ribuan saja.. Pada saat melihat itu, terenyuh rasanya.. Kenapa dia bekerja demikian lelah hanya mendapatkan sedikit untuk keluarganya, saya merasa takut kalau-kalau anaknya hanya makan nasi maksimal dua kali sehari.. Sedangkan saya kadang-kadang bisa makan 3-4 kali plus cemilan-cemilan dan jajanan enak yang saya suka.. Huh.. perihnya hidup ini..

Tapi kalau melihat lagi supir angkot Kalapa-Ledeng itu.. jadi heran juga, kenapa sih mereka tuh ga bisa menaati peraturan yang paling simpel aja…!! Kesal dan merasa kasihan dengan sedikit jijik melihat kelakuan orang seperti itu, memang benar mereka tidak sekolah, TAPI SAYA TIDAK PERCAYA KALAU ORANG TIDAK BERPENDIDIKAN ADALAH ORANG YANG TIDAK BERMORAL, tapi saya juga yakin kalau sebagian besar masyarakat Indonesia, YANG BERPENDIDIKAN SAJA TIDAK BERMORAL, APALAGI YANG TIDAK BERPENDIDIKAN.. Sungguh sedih rasanya.. kapan bangsa ini mau maju.. padahal negara ini begitu indahnya, don’t you agree?

Kadang saya berpikir orang-orang seperti itu lebih baik mati aja dhe!! Sama seperti yang ayah saya katakan kepada para pengedar narkoba, mending mati aja daripada nyusahin orang lain…

Jadi teringat beberapa tahun lalu ayah saya berbicara dengan seorang kepala polisi militer di telepon: “Tembak aja Pak kakinya”, saya jadi serem dengernya.. Dalam hari saya berkata: “Si papa jahat amat yah”. Tapi setelah dipikir-pikir emang manusia Indonesia tuh suka tololnya minta ampun.. Makannya dulu mahasiswa dan penjarah waktu kerusuhan Mei di Jakarta (terutama Karawaci, karena ciciku berada di TKP) semua ditembak mati pake peluru sama tentara dan langsung dilempar ke api jadi hilang jejak.. Yah sungguh ironis yah.. negara indah dengan masyarakat sampah..

Padahal saya uda hampir lima tahun ga bunuh nyamuk.. tapi ngeliat supir angkot kayak gitu, saya ngerasa hidup seekor nyamuk lebih baik daripada dia.. Mending tuh supir nyebur aja dhe ke laut…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s