Kisah seorang boneka

Aku seperti sebuah boneka,

bukan boneka cantik seperti Barbie Rapunzel,

namun seorang gadis biasa dari kota sederhana..

Aku seperti sebuah boneka, 

bukan boneka glamour seperti Barbie pada umumnya

yang punya banyak pakaian bagus serta rumah indah dan mobil mewah,

namun lagi-lagi, seorang gadis biasa, yang tinggal di dekat kandang ayam..

 

Aku seperti sebuah boneka,

bukan seperti Barbie yang memiliki Ken,

kekasih yang tampan serta kaya raya,

namun seorang gadis biasa, yang merasa cukup..

 

Aku seperti sebuah boneka,

boneka bayi seperti di film komedi luar negeri,

yang bisa menangis dan tertawa,

seperti bayi lemah yang suka sakit,

lalu menangis, lalu sakit lagi,

lalu menangis lagi..

 

Aku seperti sebuah boneka,

boneka voodoo di film horor,

suka ditusuk dan disakiti,

namun boneka itu tidak berdarah,

tidak pula mengeluarkan suara tangis,

namun mungkin memang terluka di bagian dalam,

memar di bagian yang tidak terlihat,

sehingga tidak ada yang tahu,

kemudian ditusuk sesuka hati..

 

Aku seperti sebuah boneka,

boneka dari India,

suka menyanyi dan menari,

hati suka atau susah,

haruslah terlihat riang..

 

Semoga semua mahkluk hidup berbahagia,

tidak menjadi seperti boneka,

yang mungkin enak dipandang dan membuat iri banyak orang,

namun tidak ada yang tahu,

bahwa tidak ada enaknya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s