Analogi: Bijak (Part 1)

Mario Teguh berkata dalam salah satu kesempatan di Metro TV:

” Suami adalah kepala di dalam keluarga, sedangkan istri adalah lehernya.”

 kata-kata ini begitu membekas di kepala saya karena memang sangat bijak menurut saya..

Banyak orang lupa, terutama para pria, dan mungkin juga para wanitanya, bahwa konteks suami adalah kepala tidak menjadikan istri sebagai tangan ataupun kaki. Maksud saya adalah, banyak suami hanya ingat ngatur doank, tapi lupa kalo istrinya ini adalah penyangga dia, penasehat dia, dan banyak menyokong dia. Begitu pula istri, yang masih ga kenal R. A. Kartini, banyak ga tau kalo mereka bukan babu yang selalu bisa disuruh-suruh dan dimarahin doank.

 

Semoga semua suami dan istri di dunia ini semakin bijak di setiap harinya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s